Wajib Tahu ! Cara Memandikan, Mengkafani, Dan Menshalati Jenazah


ARRAHMAH.CO.ID – Di sini (AT-Tadzhib) disebutkan keterangan singkat terkait cara memandikan mayit. Yaitu bahwa dimandikan mayit bersama dengan witir (ganjil), diawali bersama dengan air bercampur dedaunan yang digiling (sidir), diakhiri bersama dengan air bercampur kapur barus.
Dalil yang menyatakan demikian adalah hadits riwayat Bukhari (165) dan Muslim (939), dari Ummi Athiyah al Anshorie ai berkata: Rasulullah saw. masuk ke rumah akmi kala akmi memandikan jenazah puteri beliau, maka beliau bersabda: “Mandikanlah sebanyak tiga kali, atau lima kali, atau lebih dari itu, jikalau anda memandang itu baik, manfaatkan air bercampur bersama dengan sidir (dedaunan yang digiling). Dan akhirilah manfaatkan air bercamapur kapur (kamper), atau sedikit kapur, mulailah dari anggota anggota kanan dan anggota wudlunya”
Kemudian mayit dikafani sebanyak tiga lapis bersama dengan kain putih, tanpa busana dan surban (boeh juga dibuatkan busana dan surban dari kain kafan). Hadits riwayat al Bukhary (1214) dan Muslim (941), dari A’isyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. dikafani bersama dengan tiga lapis kain putih suhuliyah (dari bahan katun murni), tanpa busana dan surban di dalamnya.
Cara Menshalati Mayit
Sebagaimana kami ketahui, dalam menyolati mayit terdiri dari empat kali (dalam sholat). Hal ini didasarkan Hadits riwayat Bukhari (1188) dan Muslim (951), dari Abi Hurairoh ra. bahwasanya Rasulullah saw. menginformasikan kematian raja Najasyie pada hari kematiannya, beliau muncul ke musholla, sesudah itu orang membentuk shof untuk sholat bersama dengan empat kali takbir.
Pertama, membaca al Fatihah setelah takbir pertama. Hadits riwayat al Bukahry (1270), dari Tholhah bin Abdullah bin Auf, ia berkata: Saya sholat jenazah di belakang Ibnu Abbas ra. , ia membaca al Fatihah, ia berkata: sehingga diketaui, bahwa itu adalah sunnah Rasul.
Kedua, membaca sholawat kepada Nabi saw. setelah takbir kedua. Diriwayatkan oleh as Syafi’ie di dalam kitab Musnad an Nasaie (IV/75) bersama dengan sanad shohih, dari Abi Umamah bin Sahal ra. bahwa dia diberitahu leh seorang lalaki dari kalangan sobat Nabi saw., bahwa menurut sunnah sholat jenazah adalah: imam bertakbir, selanjutnya membaca al Fatihah, setelah takbir pertama, secara sir dalam dirinya sendiri, selanjutnya membaca sholawat kepada Nabi saw., dan bersama dengan ikhlas berdo’a untuk jenazah di tiap-tiap takbir, dan tidak membaca bacaan apa pun (dari al Qur’an), selanjutnya salam secara sir pula.
Ketiga, berdoa’ untuk mayit setelah takbir ketiga bersama dengan ucapan:
“اللهم هذا عبدك وابن عبديك, خرج من رَوْحِ الدنيا وسعتها, ومحبوبه وأحبّاؤه فيها, الى ظلمة القبر وما هو لاقيه. كان يشهد أن لا إله إلا أنت وحدك لا شريك لك, وأن محمدا عبدك ورسولك, وأنت أعلم به منّا. اللهم إنه نزل بك وأنت خير منـزولٍ به.وأصبح فقيرا إلى رحمتك وأنت غني عن عذابه, وقد جئناك راغبين إليك شفعاءَ له. أللهم إن كان محسنا فزد فى إحسانه, وإن كان مسيئا فتجاوز عنه. ولقه برحمتك رضاك, وقه فتنة القبر وعذابه, وافسح له فى قبره, وجافِ الأرض عن جنبيه. ولقه برحمتك الأمن من عذابك, حتى تبعثه آمنا إلى جنتك, برحمتك يا أرحم الراحمين.
Ya Allah, inilah hamba-Mu putera dua hamba-Mu, dia muncul dari kenikmatan dunia bersama dengan segala keluasannya, dan segala yang dicintai dan yang mencintainya, menuju ke kegelapan kubur bersama dengan segala apa yang ia temui.
Ia bersaksi bahwa ga ada Tuhan tidak cuman Engkau satu-satunya tanpa sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Engkau Maha Mengetahui tentang dia dari pada kami. Ya Allah, sebetulnya dia turun karena-Mu dan Engkau yang terbaik sebagai tempat turun.
Maka ia benar-benar butuh rahmat-Mu, dan Engkaulah yang Maha kaya (mampu) untuk menghidarkan dari siksa. Dan sungguh kami berkunjung kepada-Mu penuh mau kepada-Mu sehingga diberikan syafa’at baginya. Ya Allah, jikalau dia Jenazah orang yang baik, maka tambahlah kebaikannya, dan jikalau dia jahat, maka bebaskanlah dari kejahatan itu. Dan pertemukanlah dia bersama dengan rahmat dan ridlo-Mu.
Selamatkanlah dia dari fitnah kubur dan siksanya. Luaskanlah kuburnya, jauhkanlah himpitan bumi dari tubuhnya, dan pertemukanlah bersama dengan rahmat-mu keamanan dari siksa-Mu, hingga Engkau bangkitkan nati, selamat hingga masuk surga-Mu, berkat rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Pemurah kembali Penyayang).
Do’a ini ditemukan oleh as Syafi’ie di dalam kitab Majmuk al Akhbar, barangkali periwayatannya belmakna. Kemudian diperindah oleh para pengikutnya. Yang sah dari hadits adalah riwayat Muslim (963) dari Auf bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. sholat jenazah, aku dengar beliau membaca:
“اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه, وأكرم نزله ووسع مدخله, واغسله بماء وثلج وبرد. ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس. وابدله دارا خيرا من داره وأهلا خيرا من أهله. وزوجا خيرا من زوجه, وقه فتنة القبر وعذاب النار”
Yaa Allah,ampunilah dosanya dan rahmatilah dia, dan sehatkan dan maafkan dia, mulyakanlah turunnya, lapangkanlah tempat masuknya. Mandikanlah bersama dengan air, dan salju. Dan bersihkanlah dia dari dosa sebagaimana Engkau bersihkan pakain putih dari noda.
Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, isteri yang lebih baik dari isterinya, dan jauhkanlah dia dari fitnah/siksa kubur dan siksa api neraka)
Keempat, setelah takbir keempat mengucapkan:
“اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده, واغفر لنا وله
(Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami untuk menrima pahala dia, dan janganlah Engkau timpakan fitnah kepada kami setelah di tiada, ampunilah kami dan dia), salam setelah berdo’a pada takbir ke empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *