Sejarah Kantor Berita Indonesia

Setiap Negara pastinya memiliki kantor berita tersendiri. Tak terkecuali Indonesia. Indonesia memiliki kantor berita utama yaitu Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Kantor berita ini dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Yang mana kantor berita Indonesia Antara ini memang berfungsi untuk melakukan peliputan dan penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan penting, ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai sejarah kantor berita Indonesia, simak ulasannya berikut ini.

 

Lahirnya Kantor Berita Antara

Sebagai warga Indonesia, memang tak patut jika melupakan sejarah. Seperti halnya sejarah kantor berita Indonesia Antara. Kantor berita Antara sudah berdiri selama 82 tahun, elbih tepatnya didirikan pada tanggal 13 Desember 1937. Yang mana pendiri kantor Antara yaitu A.M. Sipahoetar, Mr. Soemanang, Adam Malik dan Pandoe Kartawigoena. Lebih tepatnya kantor berita ini didirikan pada saat semangat kemerdekaan nasional digerakkan oleh para pemuda pejuang. Kantor berita utama Antara berada di Buiten Tigerstraat 30. Lebih tepatnya searing jalan Pinangsia 70 Jakarta Kota.

 

Susunan kepengurusan kantor berita Antara pada saat ini yaitu:

Direktur : Mr. Soemanang

Redaktur dan wakil direktur : Adam Malik sebagai 

 

Administratur : A.M. Sipahutar dan Pandoe Kartawigoena.

 

Namun, pada tahun 1941, jabatan Direktur diserahkan kepada Sugondo Djojopuspito oleh Mr. Soemanang. Pada waktu itu, Sugondo Djojopuspito masih berusia 36 tahun dan sebagai mantan mahasiswa RH. Sedangkan untuk jabatan Redaktur dan merangkap sebagai Wakil Direktur yaitu tetap pada Adam Malik.

 

Perpindahan Kantor Berita Antara

Pada tahun 1942, kantor berita Antara di pindahkan ke Noord Postweg 53 Paser Baroe. Lebih tepatnya saat ini berada di Jalan Pos Utara Nomor 53 Pasar Baru. Pada tahun 1962, kantor berita Antara resmi menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional. Sehingga, kantor ini berada dibawah kekuasaan Presiden Republik Indonesia. Kantor berita Nasional Antara merupakan kantor berita terbesar di Indonesia. Sifat dari kantor berita Antara ini yaitu semi pemerintah. Meskipun pada awalnya kantor berita ini berdiri di bawah tangan para wartawan nasionalis pada masa penjajahan Belanda.

 

Pada tanggal 18 Juli 2007 melalui PP 40/2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengubah status LKBN Antara menjadi Perusahaan Umum (Perum). Hal ini bertujuan agar kantor berita ini bisa memanfaatkan berbagai peluang bisnis dan untuk menghadapi tantangan konvergensi media. Selain itu, bertujuan untuk mengemban tugas pencerdasan bangsa.

 

Pada akhir September 2009, LKBN Antara mulai menyusun Neraca Pembuka yang diselesaikan selama dua tahun setelah terbitnya SK Menteri Keuangan. Hal ini bertujuan agar kantor berita ini bisa menjadi perusahaan yang sehat. Semenjak terbitnya Neraca Pembuka tersebut, kini kinerja keuangan LKBN Antara dapat dimonitor oleh para pemegang sahamnya, sehingga bisa lebih lancar. 

 

Fungsi Kantor Berita Indonesia

Sesuai dengan namanya, kantor berita merupakan kantor yang digunakan untuk peliputan dan penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan penting, ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional. 

 

Dengan kata lain, kantor berita ini memang berfungsi untuk memberikan informasi yang sehat, edukatif, mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat. Sehingga, jika kantor berita tidak bisa memberikan berita dengan karakter tersebut, maka kantor berita tersebut tidak bisa memenuhi hak public.

 

Itulah ulasan lengkap mengenai sejarah kantor Indonesia dilengkapi dengan fungsi kantor berita Indonesia. Dengan adanya kantor berita ini, tentu saja membantu masyarakat mendapatkan informasi atau berita terbaru dengan lebih cepat. Yang pasti, informasi yang didapatkan dari kantor berita ini terpercaya alias bukan hoax. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *